Rabu, 08 Februari 2017

Cara membuat batik tulis.




 Batik tulis merupakan salah satu cara dalam pembuatan bahan pakaian. batik tulis mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah cara pewarnaan kain batik tulis dengan menggunakan malam yang digunakan untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain batik tulis tersebut. Merujuk pada literatur internasional, cara ini lebih dikenal dengan istilah wax-resist dyeing. Sedangkan pengertian kedua yaitu kain atau pakaian yang diciptakan dengan teknik tersebut dengan penggunaan motif-motif tertentu agar memiliki kekhasan dan filosofi tertentu.

Cara Pembuatan Batik Tulis

Pada awalnya batik tulis diciptakan di atas bahan kain dengan warna dasar putih yang terbuat dari bahab kapas yang biasa dinamakan kain mori. Pada masa sekarang batik tulis juga diciptakan di atas bahan kain yang lain seperti bahan poliester, sutera, rayon dan berbagai bahan kain sintetis lainnya. Cara membuat batik tulis, untuk Motif batik tulis, dibentuk menggunakan cairan lilin dengan media alat yang biasa dinamakan canting untuk penggunaan motif kain batik tulis halus, atau menggunakan kuas untuk motif batik tulis berukuran besar, sehingga cairan lilin akan lebih meresap ke dalam serat kain batik. Kain yang telah dilukis menggunakan lilin selanjutnya dicelup dengan warna yang dikehendaki, pada umumnya dimulai dari warna-warna muda. Proses Pencelupan selanjutnya dilakukan pada motif lain dengan warna yang cenderung lebih tua atau gelap. Untuk detail urutan proses pembuatan batik tulis adalah sebagai berikut.

Alat- alat yang diperlukan untuk proses pembuatan batik:

Canting, merupakan alat untuk membatik, biasanya alat ini terbuat dari tembaga dimana ujungnya menyerupai atau mirip dengan paruh  burung.
Gawangan, merupakan tempat untuk meletakkan atau menaruh kain yang akan diberi motif batik tulis. Gawangan ini biasanya terbuat dari bahan kayu atau bambu.
Wajan, mempunyai ukuran kecil yang digunakan untuk mencairkan lilin atau malam. Wajan ini terbuat dari tanah liat atau tembaga.
Kompor kecil atau anglo, biasa dipakai untuk memanaskan wajan kecil tersebut.
Lilin atau malam, dibuat dari campuran berbagai jenis bahan yaitu daun gondorukem, parafin, dan lemak minyak kelapa.
Bahan pewarna, biasa memakai pewarna alami (kulit kayu soga, daun indigo, dll) atau dengan Pewarna kimia/buatan.


Proses Pembuatan Batik Tulis

Ngemplong, merupakan proses paling dasar atau pendahuluan yang diawali dengan proses pencucian kain mori. Tujuannya yaitu menghilangkan kandungan kanji didalamnya. Selanjutnya adalah pengeloyoran, dengan memasukkan kain mori tersebut ke dalam minyak kacang atau minyak jarak yang ada di dalam abuu merang. Kain mori tersebut direndam ke dalam minyak jarak agar kain mori menjadi lemas, tujuannya agar daya serap kain mori terhadap zat pewarna lebih bagus.

  • Nyorek atau Memola, merupakan proses membuat pola atau menjiplak pada kain mori dengan cara mencontoh pola motif yang sudah di mal sebelumnya, atau biasa dikatakan dengan ngeblat. Pola atau motif batik tulis biasanya dibuat pada kertas roti terlebih dahulu, kemudian dijiplak sesuai pola pada kain mori tersebut. Pada proses ini kita dapat menjiplak atau mencontoh secara langsung pada kain mori dengan memakai pensil atau canting. Jika ingin menghasilkan warna yang lebih sempurna dan tidak pecah maka proses membatiknya diulangi pada sisi sebaliknya. Proses ini biasanya disebut ganggang.


  • Mbathik, merupakan proses menorehkan malam batik diatas kain mori, diawali dengan nglowong yaitu menggambar garis-garis di luar pola dan isen-isen yaitu mengisi pola dengan berbagai macam bentuk gambar. Pada proses isen-isen terdapat istilah yaitu nyecek, berarti membuat isian berupa titik-titik pada pola yang sudah dibuat. Ada pula istilah lain yaitu nruntum, dimana hampir sama dengan proses isen-isen, namun lebih rumit.
  • Nembok, yaitu proses menutupi bagian-bagian yang tidak diperbolehkan terkena warna dasar, dalam hal ini yang dimaksud adalah warna biru, ditutup dengan lapisan malam yang cukup tebal seolah-olah jadi tembok penahan.
  • Medel, yaitu proses pencelupan kain mori yang sudah dibatik ke dalam cairan pewarna yang dilakukan secara berulang hingga mendapatkan warna yang diinginkan.
  • Ngerok dan Mbirah, pada tahapan ini malam yang ada pada kain dikerok dengan hati-hati memakai lempengan logam, selanjutnya kain dibilas sampai bersih kemudian diangin-anginkan.
  • Mbironi, yaitu proses menutupi warna biru dan pola isen-isen yang berupa cecek atau titik memakai malam. Dilanjutkan dengan proses ngrining, yaitu proses mengisi bagian kain yang belum diwarnai dengan motif batik tertentu. Hal ini dilakukan setelah proses pewarnaan dilakukan.
  • Menyoga, berasal dari kata dasar soga, adalah sejenis kayu yang dipakai untuk mendapatkan warna cokelat dengan cara mencelupkan kain mori ke dalam campuran warna cokelat tersebut.


  • Nglorod, ini merupakan tahapan akhir dari proses pembuatan kain batik tulis dimana pembatik akan melepaskan seluruh malam (lilin) dengan cara menggodok kain yang sudah cukup tua warnanya di air yang mendidih. Selanjutnya kain diangkat dan dibilas dengan air bersih dan diangin-arginkan sampai kain tersebut kering.



  • Menurut asal pembuatan batik tulis, batik Jawa merupakan sebuah warisan budaya bangsa Indonesia, khususnya wilayah Jawa secara turun temurun. Batik Jawa kaya akan motif-motif batik tulisnya. Setiap motif batik mempunyai makna filosofi yang luhur, karena bukan sekedar gambar namun mengandung makna yang luhur.


Mohon kontribusi untuk koreksi penulisan,karena dalam penulisan tentang cara membuat batik tulis ini pasti banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan. Terima kasih 

Daftar Pustaka“http://id.wikipedia.org/wiki/Batik” diakses pada 19 Nivember 2014 pukul 11.50 WIB
Video Cara Membuat Batik Tulis
  







SUMBER:http://batik-tulis.com/blog/cara-membuat-batik-tulis







Kamis, 02 Februari 2017


MACAM MACAM BATIK

1. Motif Ceplok, Grompol


Motif batik Ceplok ini mencakup berbagai macam desain geometris, biasanya didasarkan pada mawar melingkar, bintang atau bentuk kecil lainnya, membentuk pola simetris keseluruhan pada kain. Berikut ini adalah gambar motif batik Ceplok:











2.Motif batik kawung


Motif batik kawung ini dikenal dengan motif batik tertua, dulunya disediakan untuk keluarga kerajaan. Motif kawung ini merupakan penampang buah aren kelapadan beberapa mengatakan salib di antara empat oval mengacu pada sumber energi universal. Nah langsung saja berikut ini adalah gambar motif batik Kawung khas yogyakarta :






 




3.Motif batik Nitik
Motif batik nitik sendiri terkenal dengan motif batik tertua karena dulunya terinspirasi oleh kain tenun dengan patola yang dibawa oleh para pedagang gujarat dari india. dengan design titik titik serta geometri. Dulunya biasanya dipakai oleh orang tua dari pasangan pernikahan orang truntum. berikut ini adalah gambar motif batik Nitik yogyakarta :




Semen, diartikan sebagai tumbuh. Polanya terinspirasi oleh alam, hal itu ditunjukkan dengan gaya daun, gunung, hewan, biasa digunakan pada acara umum, serta masyarakat umumnya juga biasa memakai dalam kesehariannya, berikut ini adalah gambar motif batik semen khas yogyakarta :




4. Batik Kraton



gambar batik kraton
Penjelasannya: Batik ini adalah awal dari berbagai macam batik yang berkembang di Indonesia. Pada motifnya terkandung makna serta filosofi hidup. Batik Kraton ini dikerjakan oleh putrid putrid keraton maupun oleh pembatik ahli yang ada di dalam lingkungan keraton. Dulunya motif ini terlarang untuk dipakai oleh orang kebanyakan seperti halnya motif batik Parang Rusak, Parang Barong, Udan Liris serta beberapa jenis motif yang lain



5. Batik Sudagaran

 

Penjelasan: Batik Sudagaran ini berasal dari motif larangan dari keraton yang dibuat motif baru oleh para seniman yang berasal dari kaum saudagar agar sesuai dengan selera mereka. Para seniman ini juga mengubah motif larangan (terlarang) sehingga bisa dipakai oleh masyarakat kebanyakan. Motif batik ini dikenali dengan design yang terkesan berani dalam hal pemilihan bentuk, penggunaan benda benda alam dan binatang, serta pemakaian kombinasi warna yang didominasi warna soga atau biru tua.
Batik Sudagaran ini memberikan kwalitas dalam proses pengerjaannya dan kerumitan dalam menghasilkan ragam hias yang baru. Pembuat batik Sudagaran ini merubah batik kraton dengan penambahan isen isen yang lebih rumit dan mengisinya dengan cecek (bintik/ttik) sehingga terwujud sebuah motif batik yang sangat indah.




SUMBER:http://wahyuaremafc.blogspot.co.id/


Add caption


Kamis, 26 Januari 2017


Sejarah Batik Indonesia

  1.                                                Sejarah Batik Indonesia - Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.
  • Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisional dengan ciri kekhususannya sendiri.
  • Perkembangan Batik di Indonesia
  • Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.
  • Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam keraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar keraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar keraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.
  •    
  • Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.
  • Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.
  • Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920.






SUMBER:http://zianka4art.blogspot.co.id/2010/10/sejarah-batik-indonesia.html